{"id":1997,"date":"2023-04-07T02:09:14","date_gmt":"2023-04-07T02:09:14","guid":{"rendered":"https:\/\/pgmi.fitk.uin-malang.ac.id\/?p=1997"},"modified":"2023-04-07T02:09:14","modified_gmt":"2023-04-07T02:09:14","slug":"elementor-1997","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/?p=1997","title":{"rendered":"Literasi di Bulan Ramadhan"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"1997\" class=\"elementor elementor-1997\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-aab2ae3 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"aab2ae3\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7493d1c\" data-id=\"7493d1c\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-925df41 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"925df41\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Waluyo Satrio Adji, M.Pd.I<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9ecf95b elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9ecf95b\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-a5e28d3\" data-id=\"a5e28d3\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-202616a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"202616a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Keistimewaan dimiliki pada tiap-tiap bulan di tahun Hijriah. Muharram misalnya diperingati sebagai tahun baru Islam, dalam tahun sejarahnya 622 masehi umat Islam dari Mekah hijrah ke kota Yastsrib yang sekarang dikenal dengan Kota Madinah. Pada bulan Rabiul Awwal diperingati kelahiran nabi Muhammad saw. Bulan-bulan Syawwal Dzulkodah dan Dzulhijah adalah bulan-bulan umat Islam menyiapkan haji di Arafah untuk kesempurnaan ibadah haji.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Hal demikian juga terjadi pada bulan Ramadhan juga terdapat peristiwa bersejarah di dalamnya. Bulan Ramadhan dinamai Syahru Syiam, hal tersebut karena umat muslim melaksanakan puasa wajib, itikaf, baca quran. Bulan Ramadhan juga dikenal sebagai Syahrul Qur\u2019an karena bulan pertama kalinya Ayat Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di Gua Hira.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Begitu mulianya bulan Ramadhan menjadikan ada beberapa nama mulia lainnya yang membuat setiap muslim di seluruh dunia mengapresiasinya dan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan mulia khususnya di Indonesia dengan tradisi-tradisi seperti saling bermaaf-maafan,, saling kirim makanan antar tetangga, membersihkan makam orang tua atau tuan guru, dsb.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Sejarah Peristiwa di Bulan Ramadhan<\/span><\/b><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Secara bahasa Ramadhan berasal dari kata\u00a0<i>Ramdha<\/i>, yang bermakna sangat panas. Penamaan tersebut didasarkan atas keadaan musim panas hal tersebut seperti salah satu penjelasan dari Imam An-Nawawi dalam kitab\u00a0<i>Tahdzib al-Asma wa al-Lughat<\/i>. Pada sejarahnya terdapat peristiwa pada bulan Ramadhan di zaman Nabi Muhammad yang begitu penting bagi umat Islam di antaranya awal diturunkannya wahyu pertama Fathu Mekah, dan perang Badar,<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Bagi pelaku sejarah dan ahli sejarah di Indonesia, Ramadhan dikenal dengan banyak peristiwa penting. Pada sejarah Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sengaja atau tidak tanggal tersebut masuk penanggalan Hijriah yaitu pada 10 Ramadhan 1364, yang juga hari Jum\u2019at, atau dikenal dengan harinya orang Islam. Lebih jauh lagi, sebelumnya PPKI \/ Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk sehari sebelum malam pertama di bulan Ramadhan. Tanggal 1 Ramadhan terjadi peristiwa pasukan sekutu menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.\u00a0\u00a0Pada 8 Ramadhan terjadi peristiwa penculikan golongan tua oleh golongan Muda ke daerah Rengasdengklok. 9 Ramadhan 1364 penyusunan naskah proklamasi. Beberapa peristiwa dari zaman nabi sampai Indonesia seakan menggambarkan kemenangan bagi siapa yang memuliakan bulan Ramadhan.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Literasi di Bulan Ramadhan<\/span><\/b><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Salah satu nama mulia dari bulan Ramadhan adalah Syahr al-Tilawah atau bulan membaca. Secara bahasa berasal dari kata\u00a0<i>tala \u2013 yatlu \u2013 tilawah<\/i>, secara sederhana bermakna pembacaan atau membaca. Pada konteks tradisi di sekolah ataupun di kampus kegiatan membaca disebut juga kegiatan literasi. Definisi dari Kemendikbud (2016:2) Literasi adalah kemampuan untuk mengakses, mengerti, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, seperti membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Tetapi pertanyaannya literasi seperti apa yang dimaksudkan di sekolah khususnya pada bulan Ramadhan?<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Bila menganalisis \u201cmembaca\u201d dalam hal ini Al-Quran dengan teori dalam buku\u00a0<i>How To read a Book<\/i>\u00a0yang ditulis Mortimer J. Adler, didapatkan bahwa membaca Al-Quran dibagi menjadi empat level. Pada level dasar, pembaca beranjak dari buta huruf ke melek huruf atau para pembaca masih belajar membaca huruf hijaiyah yang berjumlah 29, mulai dari huruf\u00a0<i>alif<\/i>\u00a0sampai\u00a0<i>ya\u2019<\/i>, juga sampai membaca gabungan huruf hijiyah menjadi ayat-ayat yang ada pada Al-Qur\u2019an. Saat ini banyak metode yang ditawarkan untuk bisa membaca Al-Quran seperti metode\u00a0<i>Al-Badadi, Ummi, Qira\u2019ah<\/i>\u00a0dsb.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Selanjutnya level kedua yaitu membaca Inspeksional, di sini membaca secara skimming atau cepat dan sistematis karena waktu yang ditempuh relatif pendek guna mendapatkan informasi seefektif mungkin. Situasi tahap kedua sering ditemui ketika orang-orang membaca Qur\u2019an di Musholla dan Masjid ketika Ramadhan yaitu Tadarus. Para pembaca Qur\u2019an ketika menerima giliran pasti memperhatikan informasi tentang ayat berapa yang akan dibaca, hukum tajwid, surah yang harus sujud semisal ayat-ayat Sajadah.\u00a0<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Pada level ketiga yaitu analisis, pada tahap ini pembaca menganalisis secara detail dengan tujuan untuk memahami apa isi kandungan ayat pada Al-Qur\u2019an yang dibaca, maka dari itu perlu waktu panjang sampai tidak terbatas sampai pembaca paham apa yang dibacanya. Pada bulan Ramadhan sering dijumpai di Majelis Ta\u2019lim kajian-kajian Al-Qur\u2019an tentang aspek tahsin, sebab turunnya, dan kandungan dari ayat.<\/span><\/p><p style=\"margin: 0cm; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: #000000; color: #000000; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Garamond, serif;\">Level paling tinggi yaitu membaca secara sintopikal. Pembaca di sini dituntut lebih kompleks dalam membaca. Ayat-ayat di dalam Al-Qur\u2019an diteliti secara mendalam dengan membandingkan, menghubungkan, mengintegrasikan dengan jurnal penelitian untuk menyikapi suatu permasalahan yang ada. Misalkan di dalam Qu\u2019ran ada ayat tentang Obat, bagaimana para pembaca khusunya bidang kedokteran meneliti apakah obat yang dimaksud dalam Al-Qur\u2019an tersebut. Misal lagi tentang\u00a0<i>Adil<\/i>\u00a0bagaimana konsep adil tersebut dikaji oleh para siswa bidang hukum. Keempat level tersebut bukan untuk mendikotomikan posisi membaca Qur\u2019an kita, tetapi menjelaskan di mana posisi pembaca berada. Tidak menjadi masalah level berapa tingkatan membaca kita, membaca sangatlah dianjurkan dalam Al-Qur\u2019an seperti juga dicontohkan Nabi Muhammad, apalagi pada bulan Ramadhan, karena sedikitpun amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahala.\u00a0<\/span><\/p><p><span lang=\"EN-US\" style=\"caret-color: #000000; color: #000000; font-size: 12pt; line-height: 17.120001px; font-family: Garamond, serif;\">Terlepas dari tingkatan, membaca Al-Qur\u2019an sangatlah bermanfaat, dipandang dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Al Qadhi menemukan bahwa Al-Qur\u2019an yang dibaca dengan suara, dapat memberikan pengaruh positif terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya. Dengan mengetahui manfaat-manfaat membaca, Momentum Ramadhan 1444 H ini marilah bersama-sama mendorong masyarakat terutama diri sendiri khususnya pada momen bulan Ramadhan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan gerakan-gerakan atau simpul literasi baik pada level pertama hingga level keempat. Perjuangan literasi yang dimulai di Bulan Ramadhan, bisa jadi akan membawa kemenangan seperti sejarah peristiwa terdahulu.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-1997","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dosen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1997\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}