{"id":2031,"date":"2023-03-01T02:37:23","date_gmt":"2023-03-01T02:37:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pgmi.fitk.uin-malang.ac.id\/?p=2031"},"modified":"2023-03-01T02:37:23","modified_gmt":"2023-03-01T02:37:23","slug":"pembelajaran-berdiferendisiasi-dalam-menajamkan-potensi-diri-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/?p=2031","title":{"rendered":"Pembelajaran Berdiferendisiasi dalam Menajamkan Potensi Diri Siswa"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2031\" class=\"elementor elementor-2031\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-abd8567 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"abd8567\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-37eb3f1\" data-id=\"37eb3f1\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2c19238 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"2c19238\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Yuli Sri Indah Lestari, M.Pd<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bb0e4f3 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"bb0e4f3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm 0cm 8pt; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: rgb(0, 0, 0); color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Cambria, serif;\">Setiap anak dilahirkan dengan kondisi yang istimewa memiliki berbagai macam karakter dan bakat yang ada pada diri anak. Anak merupakan investasi paling utama dalam dunia Pendidikan untuk menjadi generasi penerus bangsa. Oleh karenanya adanya kurikulum baru kurikulum merdeka yang menekankan merdeka belajar, merdeka mengajar, merdeka pembelajaran cara serta strategi dalam mengajarnya juga mengedepankan potensi anak yang beragam. Beragam disini bukan berarti sebagai penghalang dalam pembelajaran. Beragam adalah sebagai sarana guru untuk menekankan potensi masing-masing siswa secara individu sehingga siswa dapat menjalani dan menerima materi serta ilmu dengan spesifik sesuai kondisi siswa. Pembelajaran beragam dalam dunia Pendidikan disebut pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berakar pada pemenuhan kebutuhan siswa baik dalam kesiapan belajar siswa, minat dan profil belajar siswa.&nbsp;&nbsp;Pembelajaran berdifrensiasi membantu guru memudahkan dalam mengajar di dalam kelas.<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm 0cm 8pt; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: rgb(0, 0, 0); color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 24px; font-family: Cambria, serif;\">Pembelajaran berdiferensiasi memiliki tiga aspek di dalamnya yaitu aspek konten, aspek proses, aspek produk. Diferensiasi konten merupakan hal apa yang akan diajarkan guru berupa materi yang berdiferensiasi. Diferensiasi proses merupakan cara bagaimana proses siswa memahami dan menerima proses pembelajaran yang akan dipelajari baik secara mandiri atau kelompok. Diferensiasi produk merupakan keragaman dan variasi produk yang dihasilkan oleh siswa dalam setiap pembelajaran. Penekanan pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu gebrakan dan cara guru melaksanakan pembelajaran secara proaktif, kreatif dan inovatif. Kualitas siswa ditekankan pada kebutuhan setiap siswa, sehingga siswa belajar denga naman dan nyaman. Tahap awal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran harus melakukan diagnostik awal dimana guru mendiaknosa siswa agar mengetahui kondisi potensi tiap individu siswa.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm 0cm 8pt; line-height: 22px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; caret-color: rgb(0, 0, 0); color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; text-align: start; text-indent: 0px; line-height: 17.120001px; font-family: Cambria, serif;\">Diagnostik ini dilakukan dengan cara memberikan asesmen kepada siswa. Asesmen dalam diagnostik awal yaitu asesmen formatif yang nantinya berguna bagi guru sebagai awal mula serta pegangan guru dalam mengajar di dalam satu semester. Adanya kesepakatan di kelas antara guru dan siswa mau dibawa kemana kelas ini, proses pembelajaran yang bagaimana dan gimana. Adanya hal tersebut menjadikan pembelajaran di dalam kelas tidak kaku dan siswa tidak takut dalam belajar di kelas. Diferensiasi bukan membedakan siswa sebagai pembeda dalam individu siswa namun membedakan dalam pengajaran sesuai dengan potensi siswa. Tujuan belajar siswa terpenuhi dengan kebutuhan yang siswa butuhkan.&nbsp;&nbsp;Belajar berasa hidup adanya kolaborasi antara guru dan siswa sehingga tercipta pembelajaran harmonis. Hal terakir yang utama dalam menajamkan potensi peserta didik adalah mengadakan asesmen berkala, evaluasi berkala dan refleksi berkala. Akhirnya adanya refleksi guru dan siswa yang&nbsp;&nbsp;berguna untuk meningkatkan gaya belajar, dan cara pembelajaran hingga menemukan strategi dan cara yang sesuai dengan kondisi potensi masing-masing siswa. Pembelajaran berdiferensiasi mencipkatan Kerjasama antara guru dan siswa menuju suksesnya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Mari kita sebagai guru masuk kedunia siswa kita hingga kita bisa membawa mereka kedunia kita menuju sukses dalam dunia Pendidikan<\/span><span style=\"font-family: -webkit-standard; font-size: medium; text-align: start; text-indent: 0px;\"><\/span><br><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-2031","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-alumni"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2031\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgmi.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}