MALANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan dan pelayanan akademik, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat koordinasi yang berfokus pada integrasi dan sinergi antarprogram. Rapat yang dihadiri seluruh dosen PGMI ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi, Ahmad Abtokhi, M.Pd
Ahmad Abtokhi, M.Pd menjelaskan bahwa sinergi program menjadi kunci utama untuk menghasilkan guru madrasah yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga unggul dalam praktik. “Kita ingin semua program yang ada di PGMI, baik itu kurikulum akademik, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat, bisa saling mendukung. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang holistik dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” tegasnya.
Beberapa program utama yang dibahas untuk disinergikan antara lain:
- Integrasi Kurikulum dan Penelitian: Mahasiswa didorong untuk mengaitkan tugas-tugas mata kuliah dengan tema-tema penelitian dosen. Hal ini akan mempermudah mahasiswa dalam menyusun skripsi dan sekaligus membantu dosen dalam mengumpulkan data penelitian.
- Pengabdian Masyarakat (Pengmas) berbasis Riset: Program Pengmas akan lebih fokus pada pemecahan masalah di madrasah-madrasah mitra. Mahasiswa dan dosen akan bekerja sama melakukan riset kecil untuk mengidentifikasi masalah, lalu merancang program pengabdian yang tepat sasaran.
- Program Unggulan yang menjadi ciri khas PGMI UIN Malang yaitu Pembinaan Seni Tari dan Musik, Pengoptimalan kegiatan pramuka, dan Pengembangan pembelajaran berbasis ICT.
Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen PGMI UIN Malang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitasnya. Dengan adanya sinergi antarprogram, diharapkan PGMI dapat mencetak lulusan yang siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.







