MIU Login

Sinergi PGMI UIN Malang dengan Komisi VIII DPR RI: Pentingnya Merancang Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal Menuju Madrasah Unggul

Probolinggo, 13 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin sinergi strategis dengan Komisi VIII DPR RI melalui kegiatan bertajuk “Madrasah Unggul: Pentingnya Merancang Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi Islam dan lembaga legislatif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia.

Acara yang digelar di Probolinggo ini dihadiri oleh sekitar 200-an peserta dari berbagai unsur, meliputi kepala dan guru madrasah/sekolah, akademisi, serta tokoh agama dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, menandakan tingginya kepedulian masyarakat pendidikan terhadap upaya merancang kurikulum yang berakar pada nilai-nilai lokal dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kegiatan tersebut, Kaprodi PGMI UIN Malang hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan materi berjudul “Peran Legislatif dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan legislatif dalam menghasilkan kebijakan yang berpihak pada penguatan kualitas madrasah serta peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, keberhasilan pendidikan Islam sangat bergantung pada dukungan regulasi yang adaptif terhadap dinamika sosial dan kebutuhan lokal.

“Pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan tantangan global. Karena itu, peran legislatif dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan yang berkeadilan dan kontekstual menjadi sangat krusial. Jika kita ingin unggul, ada tiga hal yang harus menjadi komitmen bersama: kolaborasi yang kuat, pelayanan maksimal kepada masyarakat, dan penguatan kearifan lokal dalam setiap proses pendidikan,” tegas Kaprodi PGMI UIN Malang.

Perwakilan Komisi VIII DPR RI yang turut hadir juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PGMI UIN Malang. Menurutnya, program seperti ini menjadi wujud nyata dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan kemitraan legislatif dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Ia menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal tidak hanya memperkaya isi pembelajaran, tetapi juga memperkokoh identitas budaya dan karakter bangsa.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi produktif antara para peserta dan narasumber. Berbagai gagasan dan pengalaman praktis dibagikan, mulai dari strategi implementasi kurikulum lokal di madrasah, model pembelajaran berbasis proyek, hingga penguatan karakter siswa melalui pendekatan budaya dan religiusitas daerah. Dari dialog tersebut muncul sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengembangan madrasah unggul.

PGMI UIN Malang berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memperkuat kapasitas guru madrasah melalui riset, pelatihan, dan pengembangan kurikulum yang relevan. Kolaborasi dengan DPR RI diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem pendidikan Islam yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Kaprodi PGMI juga menegaskan bahwa keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun kesadaran budaya dan spiritual peserta didik.

Pada akhir kegiatan, para peserta menyatakan harapan agar sinergi antara UIN Malang, Komisi VIII DPR RI, dan lembaga pendidikan di daerah terus berlanjut secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kebijakan dan inovasi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencerminkan kekayaan nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait