Salatiga 2 Desember 2025; Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin kerjasama strategis dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga. Sebagai bagian dari kolaborasi ini, sejumlah dosen FITK berpartisipasi dalam program Lecturer Exchange, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang pendidikan. Kegiatan ini menandai langkah signifikan dalam membangun sinergi akademik yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ahmad Abtokhi, yang secara praktis biasa mengampu mata pelajaran IPA Fisika untuk calon guru Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan materi yang sangat relevan mengenai Learning Management System (LMS) sebagai alat bantu untuk meraih keberhasilan dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat MI/SD. Materi yang disampaikan sangat dirasa menarik bagi peserta yang semuanya dari unsur mahasiswa FTIK UIN Salatiga, mengingat pentingnya integrasi teknologi dalam metode pembelajaran modern.
Sebagai platform inovatif, LMS ini ditujukan untuk berbagai sasaran, termasuk siswa MI/SD, guru, dan calon guru. Abtokhi menekankan bahwa tujuan dari LMS ini bukan hanya untuk memfasilitasi pembelajaran, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan berpikir analitis dan kritis di kalangan siswa. Dengan pemahaman konsep dasar IPA, khususnya fisika, siswa diharapkan dapat duduk di pangkuan ilmu pengetahuan yang lebih dalam dan menantang.

Lebih lanjut, Abtokhi menguraikan manfaat yang dapat dirasakan baik oleh siswa maupun guru. Untuk para guru, LMS akan menyediakan panduan ajar serta contoh soal yang kompetitif, sehingga mereka dapat lebih baik dalam mendukung proses pembelajaran. Sementara bagi siswa, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan kontekstual, dengan pendekatan yang berbasis pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang akan meningkatkan daya saing mereka dalam berbagai kompetisi sains.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan motto inspiratif yang diunggulkan Abtokhi: “IPA itu hal yang nyata, pembelajarannya harus bermakna, sadar, dan menggembirakan.” Dengan semangat ini, diharapkan kerjasama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Salatiga tidak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga mencetak generasi penerus yang kritis, kompetitif, dan cinta ilmu sains, siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompleks.[*]





