Malang, 31/8/2026; Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) bekerja sama dengan Perpustakaan UIN Malang menggelar Bimbingan Teknis atau Bimtek Academic Writing pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan keterampilan akademik, khususnya dalam mencari, membaca, mengelola, dan menggunakan sumber ilmiah secara bertanggung jawab. Bimtek menghadirkan tiga narasumber, yaitu Mufid, S.Ag., S.S., M.Hum., Ari Zuntriana, M.A., dan Heni Kurnia Ningsih, S.I.P. Ketiganya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung proses penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini tidak hanya membahas cara memperoleh artikel, tetapi juga mengajak peserta memahami pentingnya ketepatan referensi, kualitas bukti, dan keterlacakan sumber. Melalui kolaborasi tersebut, PGMI dan Perpustakaan UIN Malang mendorong peserta agar lebih cermat dalam menyusun argumentasi, menghindari penggunaan sumber yang tidak dapat diverifikasi, serta menghasilkan tulisan akademik yang terstruktur, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mufid menyampaikan materi mengenai manajemen referensi karya ilmiah secara sistematis. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan referensi dimulai sejak penulis memasukkan sumber, memeriksa kelengkapan informasi, mengorganisasikan dokumen, dan mengidentifikasi bukti yang relevan dengan fokus pembahasan. Penulis juga perlu mengelompokkan sumber berdasarkan tema agar setiap referensi lebih mudah ditemukan dan digunakan saat menyusun tulisan. Selain itu, Mufid membahas penggunaan sitasi yang tepat serta audit keterlacakan dalam penulisan ilmiah. Audit tersebut membantu penulis memastikan bahwa setiap data, gagasan, dan argumentasi memiliki rujukan yang jelas serta dapat diverifikasi. Pengelolaan referensi yang tertib dapat mengurangi kesalahan pencantuman sumber, menjaga konsistensi daftar pustaka, dan menekan risiko plagiarisme. Materi ini menegaskan bahwa manajemen referensi bukan sekadar pekerjaan teknis pada tahap akhir penulisan, tetapi bagian penting dari proses membangun karya ilmiah yang akurat, transparan, dan memiliki dasar akademik yang kuat.

Sementara itu, Ari Zuntriana menjelaskan teknik pencarian artikel melalui berbagai kanal, termasuk mesin pencari, basis data akademik, dan media sosial. Menurut materi yang disampaikan, media sosial dapat menjadi pintu awal untuk menemukan publikasi terbaru, akun akademisi, diskusi keilmuan, serta isu yang sedang berkembang. Namun, setiap informasi yang ditemukan tetap harus diperiksa secara kritis. Penulis perlu menelusuri artikel asli, mengecek identitas penulis dan penerbit, serta menilai kesesuaian sumber dengan kebutuhan penelitian. Ari juga membahas cara mengelola hasil pembacaan artikel. Peserta diarahkan untuk mencatat gagasan utama, metode, temuan, dan bukti penting, kemudian mengelompokkannya berdasarkan tema agar mudah digunakan dalam penyusunan kerangka dan argumentasi. Heni Kurnia Ningsih turut hadir sebagai narasumber dan melengkapi rangkaian Bimtek Academic Writing. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengolah sumber menjadi tulisan yang logis, terarah, kaya referensi, dan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Bimtek Academic Writing tidak berakhir dalam pertemuan tatap muka tersebut. PGMI dan Perpustakaan UIN Malang akan melanjutkan kegiatan melalui forum Zoom dengan materi yang lebih spesifik. Pada 1 September 2026, Galih Puji Mulyoto, M.Pd. dan Dr. Agus Mukti Wibowo, M.Pd. akan membahas penulisan esai. Ahmad Abtokhi, M.Pd. dan Dr. Muhammad Saefi, M.Pd. dijadwalkan mengulas tren penelitian pendidikan pada 5 September 2026. Selanjutnya, Sigit Priatmoko, M.Pd. dan Rois Imron Rosi, M.Pd. akan memperkuat pemahaman peserta tentang metodologi penelitian kualitatif pada 29 September 2026. Materi metodologi penelitian kuantitatif akan disampaikan Rizki Amelia, M.Pd. dan Wiku Aji Sugiri, M.Pd. pada 13 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 27 Oktober 2026 melalui materi metodologi penelitian Research and Development bersama Dian Eka Aprilia Fitria Ningrum, M.Pd. dan Nur Hidayah Hanifah, M.Pd. Rangkaian ini diharapkan mampu mendampingi peserta dari tahap pengelolaan referensi hingga penyusunan penelitian yang kuat secara metodologis. [*]





