Malang; Ajang nasional Pelangi PGMI 2026 (Pekan Olahraga dan Seni) resmi dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi PGMI ini akan berlangsung semarak selama sepuluh hari hingga 26 Oktober 2026 mendatang. Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA memaparkan secara komprehensif mengenai peluang besar serta prospek strategis bidang PGMI dalam merespons perkembangan dunia pendidikan saat ini. Beliau menekankan bahwa lulusan PGMI memiliki peran kunci untuk memimpin transformasi kualitas pendidikan dasar yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Suasana pembukaan pun kian semarak dan anggun dengan hadirnya gelar unjuk kesenian Tari Sri Panganti yang tampil memukau menyambut para tamu undangan serta ratusan peserta dari berbagai daerah. Penampilan seni tradisional ini berhasil memikat antusiasme hadirin sekaligus memantik semangat pelestarian budaya dalam melahirkan generasi pendidik yang unggul.

Rangkaian acara pembukaan Pelangi PGMI 2026 kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang mengusung tema krusial mengenai tantangan dan peluang menjadi pendidik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Diskusi hangat ini mengulas pergeseran paradigma pembelajaran yang dipicu oleh pesatnya integrasi teknologi digital dalam proses edukasi. Para narasumber menegaskan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran guru, melainkan sarana mutakhir untuk memperkaya metodologi pengajaran. Meski demikian, para calon pendidik dituntut untuk memiliki literasi digital yang kuat, fleksibilitas adaptif, serta kreativitas tinggi. Di tengah derasnya arus teknologi, aspek empati, keteladanan moral, dan sentuhan kemanusiaan seorang pendidik tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan oleh canggihnya algoritma mesin.


Menambah kemeriahan ajang berskala nasional ini, Pelangi PGMI 2026 menghadirkan sepuluh cabang kompetisi yang terbagi dalam dua kategori peserta. Bagi tingkat mahasiswa, perlombaan berfokus pada penguatan kompetensi akademik dan kebudayaan melalui cabang microteaching, penulisan esai, serta permainan tradisional edukatif. Sementara untuk tingkat siswa MI/SD, panitia menyediakan wadah berekspresi yang luas meliputi ajang bulu tangkis, menyanyi, kaligrafi, mewarnai, olimpiade IPAS, tari tradisional, hingga hafalan Al-Qur’an Juz 30. Melalui perpaduan kompetisi olahraga, seni, dan keilmuan ini, Pelangi PGMI 2026 tidak hanya menjadi panggung unjuk prestasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi nasional serta mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global. [*]





